۞Allah Pasti Menjawab Do'amu۞


❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S. Al-Baqarah: 186)

Salah satu cara untuk menggapai kecintaan Allah adalah dengan berdoa, dan berdoa juga merupakan salah satu ibadah kepada Allah.

Allah menyukai orang-orang yang berdoa, dan Allah telah berjanji akan mengabulkan doa yang kita pinta.

Dalam ayat tersebut diatas, Allah menjelaskan bahwa semua doa dari hamba-Nya pasti dijawab oleh Allah. Karena setiap doa hamba pasti dijawab oleh Allah, maka tidak akan pernah ada ruginya orang yang berdoa.

Jawaban Allah terhadap doa seorang hamba bisa dalam bentuk:
1. Allah segerakan terkabulnya doa.
2. Allah simpan doa itu sebagai perbendaharaan pahala di akhirat.
3. Allah halangi suatu keburukan atau marabahaya menimpanya, sesuai kadar yang setara dengan permintaan yang dimintanya. Artinya, dengan adanya doa tersebut, meski tidak secara langsung terlihat hasil seperti yang diminta, ia terhindar dari suatu keburukan dengan sebab doa itu.

Salah satu dari ketiga hal itu bisa tercapai jika seseorang berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa atau memutuskan tali silaturrahmi.

"Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa atau memutuskan silaturrahmi kecuali Allah akan beri salah satu dari 3 hal: Bisa saja Allah segerakan terkabulnya doa, atau Allah simpan sebagai perbendaharaan pahala di akhirat, atau Allah palingkan darinya keburukan semisal (yang diminta dalam doa).
Para Sahabat berkata: Kalau begitu, kami akan memperbanyak (doa).
Rasul bersabda: Allah lebih banyak lagi.
" (H.R at-Tirmidzi, Ahmad, dishahihkan oleh al-Hakim dan dinyatakan bahwa sanad-sanadnya jayyid (baik) oleh al-Bushiry).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ
"Do'a adalah ibadah" (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

Tapi, untuk menggapai terijabahnya doa tersebut, ada syarat-syarat tertentu yang harus kita penuhi;

1. Tanamkan keikhlasan ketika berdoa. Ikhlas dalam artian: tempat berdoa hanya kepada Allah, bukan kepada selain-Nya (menyekutukan Allah). Allah SWT berfirman,
وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (Q.S. Al-Bayyinah: 5)
Maka, jangan sekali-kali kita berdo'a, meminta kepada selain Allah SWT. Jangan sekali-sekali kita meminta kepada dukun, kuburan, or else. Niscaya Allah akan murka kepadanya dan Allah tidak akan pernah mengijabah atau mengabulkan segala do'anya..

2. Yakin do'a kita pasti dan pasti akan diijabah dan dikabulkan oleh Allah. Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "apabila kalian berdoa, tanamkan keyakinan dari lubuk hati kalian yang paling dalam bahwa do'a kalian pasti dan pasti akan dikabulkan oleh Allah subhannahu watta'alla. Karena Allah tidak menerima dan tidak mengabulkan doanya orang yang lalai dan memiliki keraguan kepada Allah subhannahu watta'alla akan terijabahnya do'a tersebut."
Allah subhannahu watta'alla berfirman, "Aku ini sesuai dengan apa yang difikirkan hamba-Ku, sesuai dengan pikiran hamba-Ku. Kalau dia berprasangka yang baik kepada-Ku, doa akan diijabah, doa pasti akan dikabulkan. Maka dia akan mendapatkan sebagaimana prasangkanya kepada-Ku. Dia berprasangka baik berarti kebaikan yang akan didapatkan. Kalau dia berprasangka buruk kepada-Ku, maka seperti itu juga yang dia dapatkan." naudzubillahimindzalik..
Maka sebab itu, tanamkanlah keyakinan dari lubuk hati yang paling dalam bahwasanya doa kita pasti dan pasti akan dikabulkan oleh Allah subhannahu watta'alla.

 3. Mintalah kepada Allah permintaan yang memungkinkan Allah untuk mengabulkan do'a kita. Jangan meminta kepada Allah permintaan yang Allah mustahil akan mengijabahnya, seperti seseorang berdo'a "yaAllah jadikanlah aku seorang nabi-Mu, seorang Rasul-Mu." itu adalah do'anya orang gila. Karna keyakinan kita sebagai seorang muslim adalah umat nabi Muhammad SAW; tidak ada nabi setelah nabi Muhammad SAW.

4. Hindari yang haram, hindari dosa dan maksiat. Jaga lisan, jangan sampai dari lisan ini keluar berbagai macam dosa. Jangan berdusta, jangan memfitnah, jangan adu domba. Jangan melakukan perbuatan-perbuatan dosa yang bersumberkan dari lisan, karena ketika seseorang berdoa "yaRabb, YaRahman, YaRahim perkenankan doa hamba," tetapi lisannya dan tubuhnya masih suka maksiat, masih suka durhaka kepada Allah subhannahu watta'alla, tidak mungkin Allah akan mengijabah dan mengabulkan doa hamba yang masih suka maksiat dan masih melakukan perbuatan dosa.

"Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai Anak Adam, selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku ampuni segala dosamu yang telah lalu dan Aku tidak pedulikan lagi. Wahai Anak Adam, jika dosamu membumbung setinggi langit lalu engkau minta ampunan-Ku, pasti aku ampuni. Wahai Anak Adam, andai engkau datang kepada-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudia engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan Aku sedikit pun, pasti Aku mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula." (H.R. At-Tirmidzi)

Doa adalah bentuk ibadah yang paling tinggi dan mulia. Hal ini berdasarkan keterangan dari Al-Quran dan penjelasan Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman,
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa kepada-Ku) kelak akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (Q.S. al-Mu’min: 60)

Ayat ini berisikan celaan kepada orang yang tidak mau berdoa kepada Allah, orang seperti ini dikategorikan sebagai orang yang sombong. Nabi juga pernah bersabda bahwa doa adalah ibadah.

Jadi, apalagi yang membuat kita enggan untuk berdoa? Sudahkah kita berdoa dan memohon ampun hari ini?

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ
"Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.."

No comments:

Post a Comment