۞Hari Jum'at۞


❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋

Allah telah menganugerahkan bermacam-macam keistimewaan dan keutamaan kepada umat manusia, diantara keistimewaan itu adalah hari Jum’at.

Hari Jum'at menjadi hari kebanggaan bagi kita umat Muslim. Mengapa? Karena hari ini merupakan hari yang penuh dengan keberkahan. Ditambah lagi, di bulan yang penuh berkah ini, dapat menambahan keberkahan bagi hidup kita. Tentunya jika kita melakukan ibadah ikhlas karena Allah semata.

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah pernah bersabda. "Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jum’at, Sabtu dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk," (HR. Muslim)

Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin untuk berkumpul melaksanakan ibadah kepada-Nya. Allah berfirman, "Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui," (Q.S. Al-Jumu’ah[62]: 9)

Di hari Jum'at ada satu waktu yang tepat bagi kita untuk berdoa dan memiliki kemungkinan besar untuk diijabah, yaitu pada saat setelah Ashar.

Abu Hurairah RA berkata, bahwasanya Rasulullah ﷺ pernah membicarakan perihal hari Jumat. Beliau bersabda, "Pada hari itu (hari Jum'at) terdapat satu waktu yang tidaklah seorang hamba berdiri melaksanakan shalat dan berdoa memohon sesuatu kepada Allah pada waktu tersebut, melainkan Allah pasti akan mengabulkannya." Kemudian beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menggambarkan singkatnya waktu itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian Abu Hurairah RA mengatakan bahwasanya Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya, pada hari Jumat ada satu waktu, tidaklah seorang Muslim mendapatkan waktu tersebut kemudian ia meminta kepada Allah suatu kebaikan, melainkan Allah pasti memberinya, yaitu setelah ashar," (HR. Ahmad)

Nabi ﷺ bersabda, "Hari Jumat ada dua belas jam. Di dalamnya terdapat satu waktu yang tidaklah seorang Muslim memohon sesuatu kepada Allah pada saat itu melainkan Allah akan mengabulkannya. Oleh karenanya, carilah ia pada saat-saat terakhir setelah shalat ashar," (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)

Kemudian Ibnul Qayyim berkata, "Menurut pendapat saya, waktu shalat juga merupakan waktu yang dimungkinkan terkabulnya doa. Jadi, keduanya merupakan waktu mustajab, meskipun satu waktu yang dikhususkan di sini adalah akhir waktu setelah shalat ashar. Satu waktu tersebut telah ditentukan dari hari Jumat; tidak maju dan tidak mundur. Adapun waktu shalat, ia mengikuti shalat itu sendiri; maju atau mundurnya. Sebab, dengan berkumpulnya kaum muslimin, shalat, kekhusyuan dan munajat mereka kepada Allah memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap terkabulnya doa. Dan waktu di mana kum muslimin sedang berkumpul, maka doa pada saat itu sangat berpotensi terkabul. Dengan demikian, semua hadis yang disebutkan adalah sesuai..." (Zadul Ma’ad dengan tahqiq Al-Arnauth [2/394])

Mengapa hari Jum'at menjadi hari yang diagungkan oleh umat Muslim? Karena di hari itu banyak sekali keutamaan yang luar biasa. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabada, "Hari terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.” Rasul juga bersabda “Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi ummat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum’at hendaklah mandi terlebih dahulu," (H.R. Ibnu Majah)

Selain itu, hari Jum'at adalah hari besar khusunya untuk para laki-laki yang melaksanakan shalat dzuhur berbeda dari hari-hari sebelumnya, yang sering kita sebut dengan shalat Jum’at.

Hari Jum'at juga merupakan hari dimana dosa-dosa diampuni oleh Allah. "Siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at." (H.R. Bukhari)

Selain itu juga, orang yang berjalan untuk shalat Jum’at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya; setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa. Rasulullah bersabda, "Siapa yang mandi pada hari Jum’at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah." (H.R. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah)

Tetapi, masih ada yang suka melakukan kesalahan dalam melakukan shalat Jum'at. Inilah beberapa kesalahan yang biasa dilakukan oleh para jama`ah di dalam melakukan shalat Jum`at:

1. Tidak ikhlas dalam melakukan shalat Jum’at, melainkan hanya ikut-ikutan. Hal ini tampak di dalam sikap-sikap sebagian jama`ah yang dapat kita lihat pada saat datang dan berada di masjid, yakni terkesan asal-asalan dan tidak sungguh-sungguh dalam melaksanakan adab-adab shalat Jum’at.
Laksanakanlah shalat Jum’at dengan penuh ketenangan, konsentrasi dan sepenuh hati, bukan berjalan dengan cepat-cepat, karena berjalan dengan cepat untuk shalat itu dilarang. Al-Hasan Al-Bashri berkata, "Demi Allah, sungguh maksudnya bukanlah berjalan kaki dengan cepat, karena hal itu jelas terlarang. Tapi yang diperintahkan adalah berjalan dengan penuh kekhusyukan dan sepenuh hasrat dalam hati." (Tafsir Ibnu Katsir : 4/385-386)

2. Tidak mandi dan tidak mengoles minyak wangi untuk datang ke masjid. Bahkan ada yang baru mematikan rokoknya pada saat akan masuk ke dalam masjid, padahal bau busuk rokok yang keluar dari mulut si perokok akan mengganggu kekhusyu'an shalat orang lain. Imam al-Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim berkata, "Termasuk dalam katagori bawang adalah segala sesuatu yang berbau tidak sedap." Ibnu al-Murabith kemudian mengatakan, "Termasuk juga orang yang mulutnya berbau busuk."

3. Tidak mengenakan pakaian khusus untuk shalat Jum`at. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, "Alangkah baiknya kalau seorang di antara kamu membeli pakaian khusus untuk hari Jum`at selain pakaian kerjanya." (Abu Daud dan Imam Malik). "Pakailah pakaian yang berwana putih, karena ia merupakan sebaik-baik pakaian kalian." (Imam Ahmad).

4. Berleha-leha untuk datang ke masjid, bahkan tidak masuk ke dalam masjid kecuali setelah imam naik mimbar. Jika berada di masjid ia sangat gelisah dan ingin cepat-cepat keluar, seperti burung di dalam sangkar; ia lebih suka datang terakhir dan keluar dari masjid paling cepat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan betapa besarnya pahala orang yang datang lebih dini ke masjid untuk shalat Jum`at, seraya bersabda, "Apabila hari Jum`at, maka pada setiap pintu dari pintu-pintu masjid terdapat para malaikat yang mencatat orang yang masuk (secara berurutan). Lalu apabila imam sudah duduk di atas mimbar mereka pun menutup buku catatannya dan masuk (ke masjid) turut menyimak nasihat (khutbah). Perumpamaan (pahala) orang yang datang lebih awal adalah seperti (pahala) orang yang berkurban seekor unta, kemudian yang datang berikutnya seperti berkurban seekor sapi, dan yang datang berikutnya lagi seperti orang yang berkurban seekor domba, dan yang datang berikutnya seperti orang yang bersedekah seekor ayam, dan yang datang berikutnya seperti orang yang bersedekah sebutir telur." ( HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Maka, maha merugi orang-orang (terutama kaum laki-laki) yang melalai-lalaikan shalat Jum'at..

Banyak sekali keutamaan-keutamaan di hari Jum'at ini; wafat pada malam hari Jum’at atau siangnya adalah tanda seseorang wafat dengan husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.

Diriwayatkan oleh Ibnu Amru, bahwa Rasulullah bersabda, "Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum’at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur." (H.R. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani)

Selain itu juga, sedekah pada hari Jum'at ternyata lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya. Ibnu Qayyim berkata, "Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya," Hadits dari Ka’ab menjelaskan, "Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya," (Mauquf Shahih).

Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam beliau bersabda, "Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya (hari cerah) adalah hari Jum’at. (karena) Pada hari ini Adam diciptakan. Hari ini pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jum’at."

Subhanallah.. Begitu besar dan pentingnya hari ini bagi kita. Dan tau ngga sih? Ada sebuah waktu yang Allah janjikan, jika seorang hamba bisa menemukannya dan berdoa pada waktu tersebut, maka Allah pasti akan mengabulkan apapun permintaan yang dipanjatkan olehnya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda, "Sesungguhnya di dalam hari Jum’at ini, ada suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya sedangkan ia dalam keadaan berdiri shalat memohon sesuatu kepada Allah, melainkan akan Allah berikan padanya."

 Jadi, masih mau nyia-nyain hari Jum'at?

Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua.. Aamiin. Please make this Friday on Ramadan to the fullest! Selamat hari Jum'at! o:-)

۞Puasa Untuk Kesehatan۞


❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋

Bulan Ramadhan pada umumnya identik dengan menahan lapar dan haus, itu yang sebagian besar orang pahami. Pada saat berpuasa, ada beberapa aktivitas yang di tunda pelaksanaannya; seperti makan, minum, ngomongin orang...*ehm*, dan sebagainya.

Ketika tubuh biasanya diberi asupan makanan pada jam tertentu, misalnya sarapan pagi atau makan siang, maka ketika berpuasa, siklus itu berubah dan sistem pada tubuh kita jadi harus menyesuaikan diri terhadap siklus yang baru.

Seperti yang kita tau, dalam melakukan aktivitas sehari-hari kita memerlukan imun tubuh yang baik, sehingga kita dapat terjaga dari segala serangan penyakit. Nah, salah satu cara yang dapat kita lakukan ialah dengan berpuasa.

Kok bisa? Gimana caranya yaa?

Ya, berpuasa dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh. Saat puasa, terjadi peningkatan sel limfosit yang berperan sebagai sel imun tubuh kita.

Selain itu, sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Pakistan Medical Association, puasa juga memiliki beberapa manfaat;
1. Terjadinya peningkatan sel darah merah, sel darah putih dan trombosit.
2. Kadar kolesterol baik mengalami peningkatan, sementara sebaliknya kolesterol jahat menurun termasuk trigliserida. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak utama yang mengalir di dalam darah manusia. Jika terlalu banyak, trigliserida akan menumpuk pada bagian-bagian tubuh seperti dinding pembuluh darah dan hati. Efek penurunan kedua lemak jahat itu secara tidak langsung menurunkan potensi penyakit jantung koroner.
3. Mengurangi berat badan, lemak tubuh, gula darah dan tekanan darah.
4. Tingkat stress pada tubuh seseorang mengalami penurunan.

Crish Weller menulis sebuah artikel kesehatan yang dimuat dalam www.medicaldaily.com, dengan judul “Fasting May Improve Immune System Health During Aging Process; Chemoterapy Patients May Also Benefit”, mengatakan bahwa puasa teratur dengan pengobatan kemoterapi jangka panjang dapat meningkatkan daya imunitas tubuh. Padahal, pengobatan kemoterapi jangka panjang dapat merusak dan menurunkan sistem imunitas tubuh. Namun, dengan puasa teratur hal tersebut dapat meregenerasi sistem imun pada tubuh kita.

Penelitian yang lain juga menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan kadar Insulin Growth Factor 1 (IGF-1). Perlu diketahui, IGF-1 adalah sebuah protein yang berperan dalam proses penuaan dan pertumbuhan sel kanker. Sehingga, dengan meningkatnya IGF-1 dapat membantu proses pemulihan sel pada pasien dengan kemoterapi.

Subhanallah.. Betapa indahnya jika kita mampu berpuasa dengan baik. Selain mendapatkan pahala dari Allah SWT, juga mendapat keberkahan bagi tubuh kita. Dan juga, kita dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh yang mampu mempertahankan tubuh kita agar selalu sehat. Wallahu‘alam.

Secara garis besar, berpuasa tidak menimbulkan bahaya atau efek buruk bagi tubuh. Justru sebaliknya, puasa mendatangkan berbagai macam manfaat, terutama untuk kesehatan rohani dan jasmani.

Selain itu juga, puasa dapat memberikan efek yang baik bagi kesehatan organ pencernaan, dimana hormon pada saat puasa dapat menjaga organ pencernaan tetap fit. Seperti yang kita tau, masih banyak yang mengira bahwa puasa itu membuat seseorang menjadi tak berstamina, dimana kita akan menjadi mudah kelelahan dalam beraktivitas. But that's absolutely wrong! Kenapa begitu?

Puasa ternyata dapat mengurangi beban kerja organ pencernaan. Saat tidak puasa, tubuh kita akan terus bekerja mencerna makanan yang kita makan. Sehingga, otomatis berpengaruh terhadap besarnya hormon dan enzim pencernaan yang dikeluarkan untuk mencerna dan mengangkut sari makanan. Penurunan pengeluaran enzim dan hormon pada saat puasa, berfungsi dalam menjaga organ pencernaan tetap fit dan supaya tidak kelelahan.

Bayangkan saja jika kita tidak berpuasa. Aktivitas yang begitu padat, kemudian rasa selalu ingin mengisi perut tentu datang menghampiri. Inilah yang membuat organ pencernaan terus bekerja. Di saat organ tersebut bekerja dan kita pun beraktivitas seperti biasa, maka akan mudah sekali bagi kita mengalami kelelahan. Hal inilah yang sering menyerang kita saat sedang melakukan aktivitas, yang salah satunya ditandai dengan rasa kantuk.

Sedangkan, jika kita bekerja dalam keadaan perut kosong, maka kita akan lebih fokus. Dimana, pikiran kita hanya tertuju pada apa yang sedang kita kerjakan. Rasa lapar tidak akan terasa jika kita bisa fokus dalam bekerja. Hasil pekerjaan yang akan diperoleh mungkin akan lebih baik jika kita berpuasa, sebab organ pencernaan beristirahat saat kita bekerja. Dan keseimbangan tubuh akan terjalin dengan baik.

Ini dia 3 tips menjadikan puasa sehat:

1. Selama Ramadhan, sangat penting untuk meyakini bahwa kita mampu mengikuti berbagai rutinitas; bangun sebelum subuh, sahur, dan melakukan shalat subuh. Rutinitas ini harus tertanam dalam pikiran, tubuh, dan jiwa. Mayoritas dari kita, umumnya memiliki energi yang berlebih, antusias yang tinggi dengan merencanakan melakukan berbagai macam hal. Namun ketika iman kita cenderung menurun, rencana demi rencana itu buyar. Kita menjadi malas untuk kembali melakukan rutinitas seperti pada awalnya. Maka cara terbaik untuk menjaga konsistensi aktivitas keagamaan kita adalah dengan tetap moderat atau tidak terlalu menggebu-gebu.

2. Mengurangi asupan natrium dalam makanan kita, terutama selama sahur. Hal ini akan membantu untuk mengurangi keinginan kita untuk minum sepanjang hari. Makanan ekstrim harus dihindari juga. Ini termasuk hidangan yang super pedas (dan lagi untuk mengurangi dorongan untuk minum setelah sahur), kadar gula tinggi, dan makanan berlemak. Coba deh buat mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan serat yang tinggi (untuk memudahkan pencernaan). Sangat penting untuk makan-makanan yang memiliki karbohidrat kompleks karena mereka dicerna secara perlahan (termasuk biji-bijian, buah-buahan dan sayuran.). Hindari Minum banyak air di malam hari dan sebelum fajar. Selama sahur, ingat bahwa kopi dan teh dikenal diuretik; hal ini dapat menyebabkan kita kehilangan cairan lebih cepat.

3. Jangan makan berlebihan. Perut kosong pada siang hari dan kemudian diisi penuh pada malam hari dapat menyebabkan kelesuan dan ketidaknyamanan dalam saluran pencernaan serta lainnya, dan pada akhirnya makan secara berlebihan cenderung dapat menyebabkan kemalasan. Alhasil kita jadi malas melakukan ibadah pada malam harinya.

4. Jangan lupa untuk membiasakan diri mengkonsumsi vitamin. For me, cukup Habbatu'shauda 2 butir setiap sahur dan setelah berbuka puasa (lebih tepatnya sebelum tidur) untuk menjaga tubuh agar terhindar dari penyakit-penyakit yang memungkinkan menyerang tubuh kita saat kita kekurangan asupan. Wallahu'alam.

Please take care of your health during Ramadan, InshaAllah berkah.. ✌

۞Puasa = Jalan Menuju Surga۞


❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋

Puasa di bulan Ramadhan, adalah ibadah yang istimewa. Allah mewajibkan umat Islam untuk melaksanakan puasa di bulan tersebut. Janji pahala yang berlimpah tak terbatas, akan diberikan bagi mereka yang berpuasa.

"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak misk." (HR. Muslim no. 1151)

Dari riwayat di atas, dikatakan bahwa setiap amalan akan dilipat-gandakan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kebaikan yang semisal. Lalu dikecualikan amalan puasa.

Karena ibadah puasa ini sangatlah istimewa, Allah tidak menentukan pahalanya. Sebagaimana firmannya dalam hadits Qudsi,
إلا الصوم فإنه لِي وأنا أجزي به
"Kecuali puasa, maka ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberi pahalanya."

Kenapa bisa begitu? Ibnu Rajab Al Hambali –semoga Allah merahmati beliau– mengatakan, "Karena puasa adalah bagian dari kesabaran." dan mengenai ganjaran orang yang bersabar, Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan.  Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Q.S. Az-Zumar: 10)

Sabar itu ada tiga macam yaitu;
1. Sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah.
2. Sabar dalam meninggalkan yang haram.
3. Sabar dalam menghadapi takdir yang terasa menyakitkan.

Ketiga macam bentuk sabar ini semuanya terdapat dalam amalan puasa. Dalam puasa tentu saja ada bentuk melakukan ketaatan dan menjauhi hal-hal yang diharamkan. Dalam berpuasa juga, seseorang berusaha bersabar dari hal-hal yang menyakitkan seperti menahan diri dari rasa lapar, dahaga, dan lemahnya badan. Itulah mengapa amalan puasa bisa meraih pahala yang tak terhingga sebagaimana sabar.

Begitu mulianya ramadhan, hingga Allah menjanjikan bagi orang-orang berpuasa surgaNya. Ia dapat dilalui melalui sebuah pintu bernama Ar-Rayyan. Nama tersebut ada di dalam hadits muttafq alaih dari hadits Sahl radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda, "Sesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa di hari kiamat masuk dari pintu itu. Tidak dibolehkan seorang pun memasukinya selain meraka. Lalu dikatakan, ‘Dimana orang-orang yang berpuasa?’ Mereka pun bangkit, tidak ada seorang pun yang masuk kecuali dari mereka. Ketika mereka telah masuk, (pintunya) ditutup dan tidak seorang pun masuk lagi." (H.R. Bukhari dan Muslim)

Ar-Rayyan diberikan kepada mereka yang benar-benar berpuasa hanya untuk Allah semata,
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً اتِّقَاءَ اللَّهِ جَلَّ وَعَزَّ إِلاَّ أَعْطَاكَ اللَّهُ خَيْراً مِنْهُ
"Jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah ‘azza wa jalla, maka Allah akan mengganti padamu dengan yang lebih baik." (HR. Ahmad 5: 78)

يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَأَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ أَجْلِى
"Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku," (H.R. Bukhari dan Muslim)

Maka berpuasa-lah hanya untuk Allah semata.

"Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya dia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah tameng, kalau salah di antara kalian ada yang berpuasa, maka janganlah berkata jorok dan jangan berbicara keras. Kalau ada orang yang menghinanya atau hendak menyakitinya, maka katakanlah, ‘Sungguh aku sedang berpuasa.’ Demi jiwa Muhammad yang ada di tangan-Nya. Bau mulut orang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dibandingkan bau minyak kasturi. Bagi orang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan; Gembira ketika berbuka dan gembira dengan puasanya ketika bertemu dengan Tuhannya." (HR. Bukhari, no. 1771)

Semoga puasa kita diterima oleh Allah SWT, dan semoga Allah memudahkan kita semua memasuki SurgaNya dengan amalan puasa kita. Aamiin, aamiin yaRabbalalamin..

۞Allah Pasti Menjawab Do'amu۞


❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S. Al-Baqarah: 186)

Salah satu cara untuk menggapai kecintaan Allah adalah dengan berdoa, dan berdoa juga merupakan salah satu ibadah kepada Allah.

Allah menyukai orang-orang yang berdoa, dan Allah telah berjanji akan mengabulkan doa yang kita pinta.

Dalam ayat tersebut diatas, Allah menjelaskan bahwa semua doa dari hamba-Nya pasti dijawab oleh Allah. Karena setiap doa hamba pasti dijawab oleh Allah, maka tidak akan pernah ada ruginya orang yang berdoa.

Jawaban Allah terhadap doa seorang hamba bisa dalam bentuk:
1. Allah segerakan terkabulnya doa.
2. Allah simpan doa itu sebagai perbendaharaan pahala di akhirat.
3. Allah halangi suatu keburukan atau marabahaya menimpanya, sesuai kadar yang setara dengan permintaan yang dimintanya. Artinya, dengan adanya doa tersebut, meski tidak secara langsung terlihat hasil seperti yang diminta, ia terhindar dari suatu keburukan dengan sebab doa itu.

Salah satu dari ketiga hal itu bisa tercapai jika seseorang berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa atau memutuskan tali silaturrahmi.

"Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa atau memutuskan silaturrahmi kecuali Allah akan beri salah satu dari 3 hal: Bisa saja Allah segerakan terkabulnya doa, atau Allah simpan sebagai perbendaharaan pahala di akhirat, atau Allah palingkan darinya keburukan semisal (yang diminta dalam doa).
Para Sahabat berkata: Kalau begitu, kami akan memperbanyak (doa).
Rasul bersabda: Allah lebih banyak lagi.
" (H.R at-Tirmidzi, Ahmad, dishahihkan oleh al-Hakim dan dinyatakan bahwa sanad-sanadnya jayyid (baik) oleh al-Bushiry).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ
"Do'a adalah ibadah" (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

Tapi, untuk menggapai terijabahnya doa tersebut, ada syarat-syarat tertentu yang harus kita penuhi;

1. Tanamkan keikhlasan ketika berdoa. Ikhlas dalam artian: tempat berdoa hanya kepada Allah, bukan kepada selain-Nya (menyekutukan Allah). Allah SWT berfirman,
وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (Q.S. Al-Bayyinah: 5)
Maka, jangan sekali-kali kita berdo'a, meminta kepada selain Allah SWT. Jangan sekali-sekali kita meminta kepada dukun, kuburan, or else. Niscaya Allah akan murka kepadanya dan Allah tidak akan pernah mengijabah atau mengabulkan segala do'anya..

2. Yakin do'a kita pasti dan pasti akan diijabah dan dikabulkan oleh Allah. Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "apabila kalian berdoa, tanamkan keyakinan dari lubuk hati kalian yang paling dalam bahwa do'a kalian pasti dan pasti akan dikabulkan oleh Allah subhannahu watta'alla. Karena Allah tidak menerima dan tidak mengabulkan doanya orang yang lalai dan memiliki keraguan kepada Allah subhannahu watta'alla akan terijabahnya do'a tersebut."
Allah subhannahu watta'alla berfirman, "Aku ini sesuai dengan apa yang difikirkan hamba-Ku, sesuai dengan pikiran hamba-Ku. Kalau dia berprasangka yang baik kepada-Ku, doa akan diijabah, doa pasti akan dikabulkan. Maka dia akan mendapatkan sebagaimana prasangkanya kepada-Ku. Dia berprasangka baik berarti kebaikan yang akan didapatkan. Kalau dia berprasangka buruk kepada-Ku, maka seperti itu juga yang dia dapatkan." naudzubillahimindzalik..
Maka sebab itu, tanamkanlah keyakinan dari lubuk hati yang paling dalam bahwasanya doa kita pasti dan pasti akan dikabulkan oleh Allah subhannahu watta'alla.

 3. Mintalah kepada Allah permintaan yang memungkinkan Allah untuk mengabulkan do'a kita. Jangan meminta kepada Allah permintaan yang Allah mustahil akan mengijabahnya, seperti seseorang berdo'a "yaAllah jadikanlah aku seorang nabi-Mu, seorang Rasul-Mu." itu adalah do'anya orang gila. Karna keyakinan kita sebagai seorang muslim adalah umat nabi Muhammad SAW; tidak ada nabi setelah nabi Muhammad SAW.

4. Hindari yang haram, hindari dosa dan maksiat. Jaga lisan, jangan sampai dari lisan ini keluar berbagai macam dosa. Jangan berdusta, jangan memfitnah, jangan adu domba. Jangan melakukan perbuatan-perbuatan dosa yang bersumberkan dari lisan, karena ketika seseorang berdoa "yaRabb, YaRahman, YaRahim perkenankan doa hamba," tetapi lisannya dan tubuhnya masih suka maksiat, masih suka durhaka kepada Allah subhannahu watta'alla, tidak mungkin Allah akan mengijabah dan mengabulkan doa hamba yang masih suka maksiat dan masih melakukan perbuatan dosa.

"Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai Anak Adam, selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku ampuni segala dosamu yang telah lalu dan Aku tidak pedulikan lagi. Wahai Anak Adam, jika dosamu membumbung setinggi langit lalu engkau minta ampunan-Ku, pasti aku ampuni. Wahai Anak Adam, andai engkau datang kepada-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudia engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan Aku sedikit pun, pasti Aku mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula." (H.R. At-Tirmidzi)

Doa adalah bentuk ibadah yang paling tinggi dan mulia. Hal ini berdasarkan keterangan dari Al-Quran dan penjelasan Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman,
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa kepada-Ku) kelak akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (Q.S. al-Mu’min: 60)

Ayat ini berisikan celaan kepada orang yang tidak mau berdoa kepada Allah, orang seperti ini dikategorikan sebagai orang yang sombong. Nabi juga pernah bersabda bahwa doa adalah ibadah.

Jadi, apalagi yang membuat kita enggan untuk berdoa? Sudahkah kita berdoa dan memohon ampun hari ini?

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ
"Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.."

۞Tidurnya Orang Berpuasa۞


❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋❋

Ngga ngerti karena kurang tidur atau emang doyan, puasa sering kali diisi oleh "aktivitas" tidur buat sebagian besar orang Islam yang sedang menjalankan ibadah satu bulan ini, dan sebagiannya memberikan alasan "kan tidur selama berpuasa itu ibadah" yang katanya ada hadist-nya lho. Bener ngga sih?

Di bulan Ramadhan ini, kita sering banget denger ada orang yang bilang kalo "tidurnya orang berpuasa adalah sebagian dari ibadah". Bahkan dikatakan juga bahwa ini adalah sabda Nabi shalallahu'alaihi wa sallam, sehingga dengan adanya penyampaian semacam ini, orang-orang pun akhirnya bermalas-malasan di bulan Ramadhan, bahkan mereka jadi lebih seneng tidur daripada melakukan amalan-amalan karena termotivasi dengan hadits tersebut.

Hadist yang dimaksudkan adalah,
نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ ، وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ
Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan.

Ada juga riwayat yang mengatakan: “Orang yang berpuasa itu senantiasa dalam ibadah meskipun sedang tidur di atas ranjangnya.

Perowi hadits ini adalah ‘Abdullah bin Aufi. Hadits ini dibawakan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dalam hadits ini terdapat Ma’ruf bin Hasan dan dia adalah perowi yang dho’if (lemah). Juga dalam hadits ini terdapat Sulaiman bin ‘Amr yang lebih dho’if dari Ma’ruf bin Hasan. Dalam riwayat lain, perowinya adalah ‘Abdullah bin ‘Amr. Haditsnya dibawakan oleh Al ‘Iroqi dalam Takhrijul Ihya’ dengan sanad hadits yang dho’if (lemah).

Yang bener itu, tidur adalah perkara mubah (boleh) dan bukan ritual ibadah. Maka, sebagaimana perkara mubah yang lain, tidur dapat bernilai ibadah jika diniatkan sebagai sarana penunjang ibadah. Misalnya, seseorang tidur karena khawatir tergoda untuk berbuka sebelum waktunya, atau tidur untuk mengistirahatkan tubuh agar kuat dalam beribadah.

Sebagaimana para ulama biasa menjelaskan suatu kaedah bahwa setiap amalan yang statusnya mubah (seperti makan, tidur, dan berhubungan suami-istri) bisa mendapatkan pahala dan bernilai ibadah apabila diniatkan untuk melakukan ibadah. Sebagaimana An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan,
أَنَّ الْمُبَاح إِذَا قَصَدَ بِهِ وَجْه اللَّه تَعَالَى صَارَ طَاعَة ، وَيُثَاب عَلَيْهِ
"Sesungguhnya perbuatan mubah, jika dimaksudkan dengannya untuk mengharapkan wajah Allah Ta’ala, maka dia akan berubah menjadi suatu ketaatan dan akan mendapatkan balasan (ganjaran)."

Ibnu Rajab pun menerangkan hal yang sama, “Jika makan dan minum diniatkan untuk menguatkan badan agar kuat ketika melaksanakan shalat dan berpuasa, maka seperti inilah yang akan bernilai pahala. Sebagaimana pula apabila seseorang berniat dengan tidurnya di malam dan siang harinya agar kuat dalam beramal, maka tidur seperti ini bernilai ibadah.”

Sebaliknya, tidak setiap tidur orang berpuasa itu bernilai ibadah. Sebagai contoh, tidur karena malas, atau tidur karena kekenyangan setelah sahur. Keduanya, tentu tidak bernilai ibadah, bahkan bisa dinilai sebagai tidur yang tercela. Maka, hendaknya seseorang menjadikan bulan Ramadhan sebagai kesempatan baik untuk memperbanyak amal kebaikan, bukan bermalas-malasan.

Intinya, semuanya adalah tergantung niat. Jika niat tidurnya hanya malas-malasan sehingga tidurnya bisa seharian dari pagi hingga sore, maka tidur seperti ini adalah tidur yang sia-sia. Namun jika tidurnya adalah tidur dengan niat agar kuat dalam melakukan shalat malam dan kuat melakukan amalan lainnya, tidur seperti inilah yang bernilai ibadah.

So remember, "innamal a’malu bin niyaat", setiap amalan itu tergantung dari niatnya.

Semoga Allah menganugerahi setiap langkah kita di bulan Ramadhan ini dengan penuh keberkahan. Segala puji bagi Allah yang dengan segala nikmatnya, segala kebaikan menjadi sempurna.
Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam, wal hamdu lillahi robbil ‘alamin..